Fenomena Penonton Bayaran Beserta Tetek-Bengeknya

[imagetag]

Berawal dari postingan gerombolan alay yang pernah Mas Jamal bahas, akhirnya Mas Jamal tertarik untuk menulis artikel tentang fenomena penonton bayaran yang sedang marak di stasiun-stasiun televisi.
Mencari sesuatu yang bukan tiruan di era globalisasi ini mungkin cukup sulit, apalagi dalam dunia hiburan. Penonton bayaran merupakan salah satu fenomena yang sering kita lihat belakangan ini.

Kenapa Harus Penonton Bayaran?Hal ini dikarenakan semakin sulitnya mencari penonton yang dengan sukarela untuk meramaikan suatu acara di televisi. Sebagai solusinya maka penonton bayaranlah yang menjadi pilihan acara-acara di stasiun televisi. Tujuannya hanya satu yakni agar acara tersebut meriah dan lebih hidup yang akhirnya akan menaikkan rating acara itu sendiri.
Selain itu, penonton bayaran juga dianggap lebih mudah diatur karena itulah tugas mereka. Mereka akan dengan mudah diminta bersorak, menari, bertepuk tangan, atau bahkan menampilkan wajah sedih oleh pengarah acara.

Apa Motivasi Penonton Bayaran?Motivasi para penonton bayaran ini beraneka macam. Menurut informasi yang berhasil Mas Jamal dapatkan, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai oleh para penonton bayaran ini, yaitu:

Ingin masuk televisi.
Mengumpulkan uang. Baik untuk pribadi maupun kelompok.
Sebagai batu loncatan untuk menjadi artis atau model iklan.
Berapa Bayaran Para Penonton Bayaran?Bayaran bagi para penonton bayaran ini bermacam-macam. Hal itu tergantung dari beberapa hal, yakni:

Jenis acara yang siarkan.
Stasiun televisi yang mengundang.
Kemampuan ekspresi untuk mengikuti keinginan sang pengarah acara atau sutradara.Namun, para penonton bayaran umumnya akan dibayar antara 25-30 ribu per acara. Selain itu, dalam sehari mereka dapat menjadi penonton bayaran untuk 3-4 acara yang berbeda.

Bagaimana Cara Menjadi Penonton Bayaran?Untuk menjadi seorang penonton bayaran bukanlah perkara yang mudah. Hal ini dikarenakan sudah adanya agen atau koordinator tertentu yang menghubungkan para penonton bayaran dengan stasiun-stasiun televisi yang membutuhkan.
Tugas agen maupun koordinator tersebut ialah menyediakan penonton dengan kategori yang diinginkan oleh sebuah acara. Soalnya, setiap acara pasti beda penontonnya. Betul nggak?
So, kalau ada orang yang ingin menjadi penonton bayaran maka harus menghubungi para agen maupun koordinator. Sayangnya, para agen ini sudah mempunyai para penonton bayaran tetap yang siap sedia jika tenaganya diperlukan. Kecuali jika memang ada acara tertentu yang membutuhkan penonton yang banyak, mungkin orang tersebut bisa direkrut agen-agen penonton bayaran.
Selain itu untuk menjadi penonton bayaran diperlukan beberapa syarat khusus seperti:

Looking good, enggak jelek-jelek amat.
Punya make up sendiri.
Bisa dandan dan mempunyai kostum yang bagus.

Bisa membangun suasana dengan kru.Intinya untuk menjadi penonton bayaran itu tidak mudah. Penonton bayaran itu harus selalu mengikuti aturan yang ada, karena mereka benar-benar kerja, nggak hanya nonton.

Dimana Menemukan Agen Penonton Bayaran?Nah, untuk yang satu ini Mas Jamal kurang tahu. Tapi, menurut informasi yang berhasil Mas Jamal dapatkan, para agen maupun koordinator penonton bayaran ini selalu berada di tempat-tempat acara sedang berlangsung.
So, kalau Anda berniat ingin mencoba jadi penonton bayaran maka datanglah ketempat acara-acara stasiun televisi dan bergayalah seunik mungkin. Karena semakin unik gayanya, kemungkinan Anda dilirik para agen semakin besar.

Selain cara di atas, Anda dapat mencari informasi dengan orang-orang yang ada di acara tersebut mengenai agen yang telah membayarnya. Kalau beruntung, mungkin Anda dapat diajak orang tersebut tuk menemui agen tersebut secara langsung.

sumber

0 komentar on Fenomena Penonton Bayaran Beserta Tetek-Bengeknya :

Posting Komentar